Sunday, April 9, 2017

Apa kata seorang bukan Ahmadi

*Kesaksian Ghair Ahmadi tentang Potensi Kekuatan Ahmadiyah*


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ETxe35ADw48
 larry king statement in comment section


Saya bukan seorang Ahmadi, tapi saya ingin menyajika teori pribadi saya, sebagian didasarkan pada intuisi dan sebagian berdasar apa yang saya yakini sebagai geo-politik yang nampak nyata.

Sebelum saya menggambarkan terori saya, sedikit saya sampaikan latar belakang. Runtuhnya Kekaisaran Ottoman menandai titik kemunduran Islam, dan sebaliknya kemajuan Eropa yang sebelumnya tidur. Bagi Eropa, jatuhnya Kekaisaran Ottoman, mewakili mundurnya kekuasaan Islam, dan tentu saja saya berbicra dari sisi geo politik, bukan rohani ataupun kekuasaan agama.

Salah satu alasan utama runtuhnya Ottoman adalah karena merosotnya kekuatan otoritas sentral. Mereka mengalami banyak kekalahan dikarenakan kepemimpinan sentral yang sangat tidak memadai. Tidak ada yang tampak lebih baik bagi Eropa selain kenyataan itu.

Pada tahun 1917, terbit sebuah buku berjudul Problems of British India. Di dalamnya menyebutkan Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Buku itu ditulis oleh seorang penulis Perancis. Hal yang cukup mengejutkan adalah, meskipun Ahmadiyah pada waktu itu masih lemah, penulis Perancis ini (dan yang lain juga, walaupun tidak secara terbuka) melihat potensi yang ditulisnya sebagai potensi masalah untuk Kerajaan Inggris. Mengapa?

Ahmadiyah telah membentuk otoritas yang terpusat lagi kuat, berdasarkan klaim yang luar biasa mengenai pendirinya. Tahun demi tahun, Ahmadiyah mulai diteliti oleh pemerintah, terutaman setelah pembelaan Muhammad Zafrullah Khan pada Palestina, dan pujian oleh dunia Islam atas pembelaan itu.

Tapi itu cerita lama, saya akan lebih maju ke zaman ini, Ahmadiyah telah memiliki Khalifah yang ke-5, sejak institusi ini berdiri pada tahun 1908. Pemimpin saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V.

Ahmadiyah telah melakukan tiga hal yang luar biasa (dan menurut pendapat saya, sesuatu yang dipandang hal yang berbahaya, dari perspektif Barat)

1. Mendirikan Khilafat, yang berlangsung sejak 106 tahun
2. Telah memiliki 5 Khalifaah - satu lebih banyak Nabi Muhammad saw
3. Memiliki atoritas sentral yang sangat kuat.

Sekarang untuk hal-hal yang liar, karena beberapa orang akan melihatnya: Menurut pandangan saya, yang pertama-tama adalah Barat tidak bodoh.

Mereka adalah pembunuh, rusak, cupat, materlistik, genosid, tetapi mereka tidak bodoh.

Mereka memperhatikan semuanya, dan mereka memiliki ahli untuk melakukannya. Mereka sangat sadar bahwa Khalifah Ahmadiyah telah bertahan melewati ujian waktu.

Barat tidak takut ISIS. Barat tidak takut berkembangnya pengaruh dan kekuatan Iran. Barat tidak takut para jihadis dan takfiri. Kelompok-kelompok semacam itu mudah ditangani oleh mereka.


1. Disogok
2. Perempuan (para takfiri diberikan perempuan, di hotel Turki, Malta dan tempat lain)
3. Perang

Apa yang ditakuti oleh Barat adalah otoritas pusat yang stabil oleh umat Islam pada umumnya di dunia ini. Ini adalah keyakinan saya bahwa sebagian besar konflik di Timur Tengah, dan di tempat lain, yang melibatkan Umat Islam sangat dipengaruhi oleh Barat yang secara sadar menciptakan konflik-konflik yang dimaksudkan untuk menjaga perhatian umat Islam menjauh dari Ahmadiyah.

Untuk alasan apa barat harus Takut ISIS? Saya tidak tahu, jika ada yang memiliki otoritas sentral global di dunia Islam selain Ahmadiyah, meskipun ahmadiyah ditolak oleh banyak muslim lainnya (lebih tepatnya oleh para ulama dll)

Meski secara konsisten Ahmadiyah mengaku sebagai 'damai, percayalah saya kasih tau kepada Anda bahwa Barat tidak percaya itu, meskipun Ahmadiyah memiliki catatan yang mendekati sempurna untuk perdamaian (sedikit ternoda dengan unit Furqan selama partisi India, tapi itu kecil)

Salah satu alasan bahwa Barat tidak percaya Ahmadiyah (menurut pendapat saya) adalah, sekali lagi, karena mereka telah bertahan melewati ujian waktu. Hal ini terbukti bahwa mereka terus menarik jutaan umat Islam dibawah satu Pemimpin dan telah melakukannya selama 106 tahun, dibawah 5 khalifah yang berbeda, tanpa putus, kecuali satu kali pada tahun 1914 ketika Anjumaan (sekarang hampir mati, dengan hanya segelintir pengikut)

Khilafat Ahmadiyah telah membuktikan dirinya sangat efektif. Jika pemimpin mereka mengatakan, "saya ingin masjid terbesar dibangun di Amerika, maka itu akan dilakukan, jika ia mengatakan 'saya ingin sitem televisi satelit global, itu akan dilakukan, dan itu sudah terwujud dalam bentuk MTA.

Meskipun kalian membenci Ahmadiyah, atau berpikir bahwa mereka adalah antek inggris atau Israel, ada satu hal yang tak dapat disangkal; Ahmadiyah bertahan dalam ujian waktu dan telah melewatinya dengan begitu kuat. 106 tahun bukanlah waktu yang pendek dalam hal hitungan sejarah. Tetapi yang menjadi perhatian saya adalah bahwa Ahmadiyah telah bertahan dalam ujian waktu dan mereka melewati zaman yang tidak biasa. Dua Perang Dunia, kekacauan politik, seperti partisi India-Pakistan, saat itu Ahmadiyah bisa saja hancur, tetapi tidak. Mereka bertahan di tengah penganiayaan yang sejak awal upaya tak kenal lelah terus dilakukan untuk menghancurkannya, bahkan sampai saat ini terus berlangsung.

Saya lahir dan dibesarkan di Barat. Saya tahu mereka ini adalah orang-orang yang cukup baik. Mereka tahu dimana potensi kekuatan yang ada. dan Setidaknya pada saat ini dunia Islam pada umumnya tidak bersatu, dan tidak memiliki otoritas yang terpusat, dan Barat memandang dunia Islam, kurang memiliki power, dalam pandangan nyata.


Muammar Muhammad Gaddafi berbicara sangat baik tentang perpecahan umat Islam, mengecam para pemimpin Islam yang berkomplot dan berkhianat terhadap satu sama lain, seringnya bersekongkol dengan Barat. dan hal itu masih berlangsung. Arab Saudi dan Qatar berkomplot dengan Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Israel dan Nato untuk menghancurkan negara yang paling maju dan makmur di benua Afrika - Libya. Libya dipimpin oleh seorang Muslim yang telah meningkatkan prosentase bebas buta huruf dari 10 persen menjadi 93 persen, dari sebelumnya dipimpin oleh King Idris sampai pemerintahan dia dan Jamahiriya.

Libya menduduki peringkat 53 dalam indeks Pembangunan Manusia di PBB. Rentang hidup rata-rata di Libya lebih tinggi dari negara lain di benua Afrika - 79 tahun. Pendidikan meningkat, melalui perguruan tinggi, dan gratis, bahkan untuk universitas di luar negeri. Perempuan memegang posisi tinggi di Jamahiriya. Dimana mereka yang ingin bertani, diberikan tanah dan bibit secara gratis.

Setiap rakyat Libya menerima 500 dolar dalam rekening bank mereka setiap bulan, karena Jamahiriya, dibawah bimbingan Qaddafi, dalam program pembagian pendapatan minyak. Perempuan bisa berjalan-jalan, tanpa disakiti, bahkan sampai larut malam.

Libya juga membantu negara lain. Nelson Mandela mengatakan sebagai berikut: "Dalam masa-masa tergelap kami, ketika kami merasa bahwa semua perjuangan kami untuk bebas di Afrika Selatan telah sirna, teman saya, Muammar Gaddafi, datang menyelamatkan kami."

Jamahiriya membeli satelit pertama di Afrika, sehingga hal ini membebaskan Afrika dari tagihan tahunan ke Eropa, untuk penggunaan satelit, senilai 500.000.000 dolar setahun. Jamahiriya membuat rencana, dengan bantuan Rusia, untuk membangun rel kereta api yang akan menghubungkan seluruh Afrika, dari Libya sampai Afrika Selatan.

Gaddafi dan Jamahiriya sedang bersiap membuat mata uang Afrika yang disebut The Afro, yang akan didukung oleh emas Libya. Mereka juga akan membuat IMF versi sendiri (bebas bunga) yang disebut AMF (African Monetary Fund)
Tebak siapa yang menghancurkan semua itu? Muslim yang terpecah-pecah tadi. Arab Saudi, Qatar, Yordania dan Turki bersekongkol dengan Israel, Perancis, Inggris, Amerika Seikat dan NATO untuk menghancurkan negara Islam lain. Dan sekarang perempuan Islam diperkosa di jalanan terbuka Libya.

Saya merasa sangat prihatin dan jijik dimana banyak orang menuduh Ahmadiyah adalah pion Barat, tapi tanpa memberikan bukti, sementara pada saat yang sama, konspirasi Islam dan Barat dimainkan di tempat terbuka. Anda dapat membaca tentang hal itu di CNN, AP, AFP, Reuters. Ini sungguh luar biasa!! Menuduh Ahmadiyah berkolusi dengan Barat, ketika sekarang sangat terbuka pengetahuan bahwa 'pemerintah Islam' terus bersekongkol dengan Barat, seperti yang diungkapkan oleh Qaddafi dengan begitu fasihnya, dan persekongkolan itu dilakukan secara terbuka dan seluruh dunia dapat menyaksikan.

Urusan semacam ini adalah hal yang disukai oleh pemikir dan planner Barat yang dengan keinginan kuat mempertahankan dominasi Barat di dunia, atau setidaknya di Timur Tengah.


Sekarang juga telah menjadi rahasia umum bahwa CIA telah melahirkan Al-Qaeda, dan menggunakannya sebagai legiun asing. Hal ini sangat jelas diketahui bahwa di jalanan Timur Tengah, masyarakat umum sekanrang menyebut AlQaeda dengan Al-CIAda.

CIA yang membantu para Takfiri masuk Suriah, dalam upaya merusak stabilisasi negara itu. Sama halnya di Libya. Jadi saya berani bertaruh: Salah satu tujuan dari manipulasi Barat dalam bentuk takfiri, jihadis, dan lain-lain di Timur Tengah adalah untuk memastikan umat Islam terus terpecah. Niat lainnya adalah menjaga umat Islam dari Ahmadiyah.

Ahmadiyah sering mengklaim bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmadi, pendiri mereka 'melarang jihad'. Tidak beliau tidak mengatakan itu. Tetapi ia mengatakan hal berikut, koreksi jika saya salah:

"Jihad telah ditangguhkan, sampai sampai waktu seperti ini berganti." Buktikan jika saya salah.

Sekarang poin saya adalah. Jika Hazrat Ahmad mengatakan bahwa, pasti Barat akan menaruh perhatian pada Ahmadiyah. Barat tidak akan percaya apapun pada Islam, tidak peduli seberapa damai mereka mengklaim diri mereka.

Pada saat ini, Barat memenangkan perang terhadap Ahmadiyah. Ini akan menarik menyaksikan berapa lama fase pertempuran antara Barat dan Ahmadiyah ini akan bertahan. Saya tidak dapat membuat prediksi.


Saturday, April 1, 2017

Solat - Mencegah Keburukan

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Quran:-

WA AQIIMUS SHOLAATA (An-Nuur:57)

“Dan dirikanlah solat”.

Rasulullahsaw bersabda bahawa “solat itu adalah inti daripada ibadah”. (Sunan Tarmizi, Kitabud Da’wat)

Hazrat Maseeh Mau’udas berkata:-

“Salah satu ciri agung seorang muttaqi ialah WA YUQIIMUUNAS SHOLAATA (Al-Baqarah:4) yakni ‘dan mereka mendirikan solat’. Di dalam ayat ini digunakan perkataan ‘mendirikan’. Dan ini juga mengisyaratkan kepada kesulitan yang menjadi tanda agung seorang mukmin, yakni apabila dia mula mendirikan solat maka banyak gangguan yang dihadapinya yang menjadi dasar kejatuhan solat yang dia dirikan. Apabila dia mengucapkan Allaahu Akbar, maka akan muncul gangguan dalam hatinya. Gangguan itu membawanya ke mana-mana sehingga menjadi punca kerisauan. Setiap saat dia berusaha menjadikan hatinya hadir tetapi solatnya selalu jatuh, dengan begitu susah payah dia dirikan kembali. Berkali-kali melaungkan IYYAA KANA’BUDU WA IYAA KANASTA’IIN iaitu berdoa supaya dapat mendirikan solatnya. Demikian juga dia menginginkan SHIROOTAL MUSTAQIIM yang mana dengan itu solatnya dapat didirikan. Dalam berhadapan dengan situasi ini, dia laksana seorang anak kecil yang merintih di hadapan Tuhan, menangis dan berkata aku AKHLADA ILAL ARDHI (Al-A’raaf:177) ‘cenderung kepada dunia’. Jadi, inilah peperangan yang dihadapi oleh seorang muttaqi dan dia akan sentiasa mendapat ganjaran dalam perjuangan itu.”

Berkata lagi:-

“Saya melihat keadaan seorang pemabuk dan penagih, selagi dia tidak mendapat kelazatan maka dia akan terus minum tanpa henti sehinggalah dia benar-benar mabuk. Orang yang berakal boleh mendapat pelajaran daripada pengalaman itu, maknanya harus dawam dalam mendirikan solat dan terus menerus melakukannya sehingga benar-benar mendapat kelazatan sebagaimana kelazatan yang dicapai oleh seorang pemabuk, yang mana keadaan itulah yang diinginkan olehnya. Dengan cara itu maka pemikiran dan segala kekuatan dalam solat akan cenderung untuk mendapatkan kegembiraan itu. Kemudian dengan keikhlasan dan semangat sekurang-kurangnya menyamai keadaan pemabuk itu di mana dia cenderung untuk berdoa untuk mendapatkan kelazatan yang dia harapkan. Saya katakan dengan sebenar-benarnya bahawa sesungguhnya kelazatan itu pasti akan diperolehi”.

Berkata lagi:-

“Solat itu satu azimat bagi manusia. Dia mendapat peluang berdoa sebanyak lima kali. Mahu tidak mahu pasti ada doa yang akan dikabulkan. Sebab itu dirikan solat dengan sempurna dan inilah yang sangat saya sukai”.

Berkata lagi:-

“Akar keimanan juga adalah solat. Beberapa orang bodoh mengatakan bahawa untuk apa Tuhan memerlukan solat kita? Wahai orang-orang bodoh! Tuhan tidak perlukan tetapi kamu yang memerlukannya supaya Tuhan beri perhatian terhadap kamu. Dengan adanya perhatian Tuhan kepada kamu maka segala pekerjaan yang tidak betul akan menjadi lurus. Solat boleh menghapuskan banyak kesalahan-kesalahan dan ia menjadi sarana qurub (dekat) terhadap Ilahi”.

Hazrat Khalifatul Maseeh Tsanira berkata:-

“Faedah daripada ibadat itu bukanlah bertujuan supaya keagungan Allah Ta’ala itu semakin bertambah malah tujuan beribadat itu ialah mewujudkan ikatan di antara Allah Ta’ala dan hamba-Nya, hakikat itu tidak dapat diingkari di mana hamba mengambil nur daripada Allah Ta’ala. Cuma yang dirisaukan ialah semangat itu tidak dapat dilahirkan dalam diri insan yang menuntut kita untuk berusaha meleburkan diri dalam zat Allah Ta’ala. Semangat seperti itu hanya boleh lahir dengan kecintaan yang sempurna, dan kecintaan yang hakiki boleh lahir melalui penemuan sempurna ihsan-ihsan dari wujud muhsin. Inilah tujuannya solat kerana dalam solat, keagungan Allah Ta’ala yang hakiki akan dipersembahkan di hadapan. Ringkasnya, kalau seandainya ada manusia yang mahu melahirkan kecintaan kepada Allah Ta’ala, lalu dia sendirilah yang akan mengeluarkan masa untuk itu, maka untuk apa lagi ditentukan solat lima waktu kepadanya? Jawapannya ialah kritikan ini muncul secara spontan dari hati, begitulah tabiat seorang manusia, jika dia tidak diperingatkan secara teratur maka dia menjadi malas. Sebab itu Allah Ta’ala telah menetapkan solat berjemaah yang mengumpulkan orang lemah dan yang kuat supaya orang yang lemah bersama dengan orang yang kuat mendapat peluang mensucikan hati mereka. Dan pengaruh-pengaruh tersembunyi yang ada dalam hati orang yang kuat keimanan dalam suatu kaum dapat dikeluarkan untuk diserap agar penyucian hati dapat dilaksanakan.

Hazrat Khalifatul Maseeh Al-Khamisatba berkata:-

Hazrat Maseeh Mau’udas bersabda bahawa dirikanlah solat dengan penuh perhatian. Solat adalah akar segala kemajuan dan kecantikan. Sebab itu dikatakan bahawa solat itu tangga bagi orang mukmin. Dalam agama ini ratusan ribu wali Allah, orang suci, Qutub dan Abdal yang telah berlalu. Bagaimana mereka memperolehi darjat itu. Semuanya melalui solat ini. Rasulullahsaw sendiri menyatakan bahawa QURRATU ‘AINII FIS SHOLAATI yakni penyejuk mataku ialah solat. Jadi, hakikatnya apabila manusia sudah sampai ke tingkatan ini, maka mereka mendapat kelazatan sempurna dalam solat, dan inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullahsaw. Segala kerisauan dan kesulitan di dunia ini boleh dielakkan melalui solat.

Kehidupan manusian itu sentiasa berputar di sekitar musibat dan malapetaka dan syaitan juga setiap masa bersedia untuk menyerang. Sebab itu kehidupan manusia ada berbagai keadaan. Jadi, untuk terhindar dari musibat dan malapetaka, dan agar terhindar dari serangan syaitan, Allah Ta’ala telah mewajibkan agar manusia berjumpa dengan sebanyak lima kali dalam sehari. Jadi, apabila manusia terpelihara disebabkan solat, maka seiring dengan itu kerohanian pun akan meningkat. Jadi, setiap Ahmadi hendaklah teratur dalam mendirikan solat dan berikan perhatian.

Kita hendaklah sentiasa ingat bahawa Allah Ta’ala berfirman solat itu boleh mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan hal ini memang benar. Kalam Allah Ta’ala tidak dusta. Orang yang mendirikan solat namun tetap saja melakukan keburukan, maka secara zahir solatnya itu hanyalah luaran sahaja, tidak disertai dengan ruh. Jadi, ini satu hal yang perlu dirisaukan, dan setiap kita hendaklah membuat muhasabah diri masing-masing. Jika kita mendapat kelazatan ataupun ada iradah yang kuat untuk melahirkan kelazatan dan kemanisan, bagaimana untuk mencapainya. Di kalangan kita mungkin ada yang tidak teratur dalam mendirikan solat, mungkin juga ada orang yang mempunyai pengalaman mendapat kelazatan dan kemanisan ketika mendirikan solat, kita dapat melihat dalam keadaan susah atau musibah, orang banyak menangis ketika mendirikan solat. Sambil berjalan pun berdoa kepada Allah. Tumpuan kepada Allah Ta’ala sangat banyak dan disebabkan itu juga perhatian terhadap ibadat semakin meningkat. Pasti ada sesuatu dalam hati yang menjadikan mereka begitu tenggelam dalam berdoa. Tetapi, apabila keinginannya telah dapat dipenuhi, apabila telah keluar dari musibat, maka ramai yang menjadi malas dalam beribadat dan lalai berdoa. Jadi, sebagaimana yang Hazrat Maseeh Mau’udas katakan bahawa kita harus memasang target di hadapan kita, dan setiap keadaan samada baik atau buruk, sempit atau selesa, berusahalah untuk mendapatkan kelazatan dan kemanisan itu sebagaimana keadaan pemabuk tadi. Dan bukan hanya untuk peribadi sahaja, tetapi untuk masyarakat persekitaran, jika ada perasaan terhadap ini maka doa pun akan muncul dari lubuk hati.

Allah Ta’ala memerlukan dari setiap kita iaitu dalam memastikan zaman kebangkitan Islam kali kedua tercapai, kita hendaklah memperbaiki amalan kita menuju tingkatan yang terbaik. Disiplin dalam solat sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah. Jadi, berusahalah melahirkan ruh solat ketika kamu mendirikan solat.

Semoga Allah memberikan kita semua taufik ke arah itu. Amin.

Wednesday, February 1, 2017

Didikan dan Tarbiyat Anak

Dalam surah al-Mukmin para Malaikat mendoakan orang-orang mukmin:

"Wahai Tuhan kami! Dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (al-Mukmin:8)

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda:-

"Tidak ada hadiah yang lebih bernilai dari tarbiyat yang terbaik yang datang daripada seorang bapa terhadap anaknya." (Tarmizi)

"Hormatilah anak-anakmu dan perbaiki akhlak dan adab mereka." (Ibnu Majah)

Semua ibu bapa menginginkan anak keturunan, tetapi tidak semua ibu bapa memberikan perhatian terhadap tarbiyat yang terbaik untuk anak-anak. Ada juga yang tidak berdoa untuk anak-anak mereka. Sepatutnya mereka berdoa kepada Allah dalam setiap solat untuk kebaikan anak-anak mereka. Ada juga ibu bapa yang mengajarkan adat-adat yang buruk kepada anak-anak mereka. Ada juga ibu bapa yang melihat adat buruk di kalangan anak-anak, mereka langsung tidak risau dan tidak memberikan amaran. Akibatnya, semakin lama anak-anak semakin berani melakukan kesalahan dan keburukan.

Ibu bapa seharusnya berusaha untuk memperbaiki anak-anak mereka dan jangan membiarkan kebaikan dan kesolehan dalam diri tidak diturunkan atau diwariskan kepada anak-anak mereka. Jadikan kebaikan dan kesolehan ibu bapa berterusan sehingga kiamat.

Jika tarbiyat dapat dilaksanakan dengan sempurna, maka ada jaminan keamanan dalam masyarakat, akan ada semangat di dalam diri anak-anak untuk melakukan pengorbanan.

Kita melihat ada anak lelaki yang tidak sekolah, tidak bekerja. Ibu bapa beranggapan, Allah telah berikan rezeki biarlah mereka makan dari hasil pendapatan kami. Tetapi, adakah mereka tidak terfikir bahawa Tuhan menjadikan dunia ini hanya untuk makan minum? Seorang raja pun tidak akan mahu melihat anaknya dalam keadaan seperti itu. Jika memang ada anak seperti itu, yang tidak mahu melakukan pekerjaan dan hanya membuang masa, maka secara perlahan-lahan akan membunuh kerohanian anak tersebut dan menuju ke arah kehancuran.

Tempat didikan yang paling baik ialah seorang ibu. Sebab itu kaum ibu harus berusaha memberi didikan yang sempurna. Kalau 50% dari seluruh kaum ibu dapat melaksanakan tanggungjawab ini dengan baik, maka sudah pasti akan wujud jaminan akan keselamatan anak keturunan dalam dunia ini. Anak-anak akan ramai yang cenderung kepada Tuhan.

Jadi, kaum ibu dan anak-anak wanita hendaklah menyedari tanggungjawab bahawa bukan hanya mereka sahaja yang perlu menjauhi hasutan syaitan, malah mereka juga hendaklah memastikan anak keturunan mereka jauh daripada perangkap syaitan.

Seorang wanita yang mengandungkan anak dalam rahimnya, seorang ibu yang menjaga anak dipangkuannya dan membesar bersamanya, seorang ibu yang memberikan tarbiyat terhadap anak-anak sebelum melepaskan anak-anak mereka ke persekitaran di luar rumah, supaya anak-anak tahu apa yang baik dan apa yang buruk.

Seorang ibu tahu apa yang perlu diberitahu kepada anak-anak tentang akhlak yang baik selain daripada menunaikan hak Allah. Seorang ibu boleh membisikkan di telinga anak-anak sejak dari kecil tentang hakikat tujuan mereka diciptakan ke dunia ini.

Inilah tanggungjawab setiap wanita dan ibu-ibu. Terutama sekali dalam era atau persekitaran zaman sekarang yang semakin pantas menuju kehancuran. Maka, tentunya tanggungjawab ini semakin besar. Apalagi apabila anak-anak sudah mencapai umur 12-13 tahun, yang mana mereka sudah ada rakan-rakan di luar rumah.

Dalam zaman moden yang penuh dengan serangan syaitan ini menuntut satu tugas yang sangat besar, yang tidak kalah besarnya berjihad di jalan Allah. Sebab itu pernah Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam ditanya oleh seorang wanita, 'kami ini tidak dapat pergi ke medan perang, adakah kami juga akan mendapat pahala jihad hanya dengan menjaga rumah dan memberi tarbiyat kepada anak-anak'? Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam menjawab: 'sesungguhnya inilah jihad kamu, dan kamu akan mendapat ganjaran seperti jihad'.

Cuba lihat betapa tingginya kedudukan yang diberikan oleh Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam terhadap wanita. Jadi, sebenarnya wanita boleh, iaitu wanita boleh memberikan didikan agama dan akhlak yang kuat terhadap keturunan mereka.

Sebaliknya, kaum yang tidak memberi perhatian terhadap perkara ini, maka kerosakan akan mula melanda, baik di rumah, baik di sekolah, baik di persekitaran dan di mana sahaja anak-anak itu berada.

Secara kesimpulan, perhatian terhadap didikan dan tarbiyat anak-anak harus dimulakan. Perhatikan anak-anak, jawab pertanyaan mereka dengan bijaksana sekiranya mereka membawakan sesuatu isu dari luar yang bertentangan dengan akhlak yang baik. Kadang-kadang anak-anak lebih selesa dengan ibu dalam dalam berkongsi suatu isu. Jadi, dengar dengan teliti ucapan mereka dan jangan berlebihan dalam bersangka baik bahawa 'zaman kamu zaman kanak-kanak, berseronoklah. Dengan tindakan itu nanti mereka akan merasa selesa dengan persekitaran luar. Perhatian mereka akan lebih cenderung kepada dunia berbanding agama.

Ibu atau wanita lebih banyak masa dengan anak-anak. Jadi, beri perhatian lebih dalam didikan agama. Dalam berdoa juga, selain berdoa untuk kemajuan sekolah, pekerjaan dan keduniaan, doakan juga untuk kemajuan rohani mereka.

Semoga ibu-ibu diberi kemajuan dalam kerohanian untuk memastikan kemajuan rohani dalam anak keturunan.

>>>>>>>>>><<<<<<<<<< 

Penyusun:

Islah Deen - Mekah al-Mukarramah

Hukum Perayaan Maulid Nabi

Fadhilatus Syeikh al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum merayakan Maulid Nabi sallallaahu alaihi wasallam, maka beliau rahimahullah menjawab sebagai berikut:

Segala pujia hanyalah milik Allah semata Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah atas Nabi kita Muhammad sallallaahu alaihi wasallam, atas keluarga beliau dan sabahat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kemudian kelak, wa ba'du:

Merayakan Maulid Nabi sallallaahu alaihi wasallam tidak pernah terjadi di kalangan umat Islam, perayaan ini baru muncul pada abad keempat hijriyah. Perayaan Maulid ini tidak dikenal pada masa Sahabat, para tabiín dan tabi' tabiín.

Perayaan Maulid Nabi memerlukan dua argumentasi.

Pertama:

Penetapannya, iaitu penetapan Maulid Nabi dari sisi historinya. Belum ada penetapan yang pasti dari sisi histori bahwa Nabi sallallaahu alaihi wasallam lahir pada hari senin tanggal 12 Rabiúl Awal. Oleh kerana itu para ahli sejarah berbeda-beda pendapat. Sebagian pakar astronomi modern atau sebelum ini menyebutkan bahwa beliau sallallaahu alaihi wasallam lahir pada tanggal 9 Rabiúl Awal, bukan tanggal 12 Rabiúl Awal. Berdasarkan hal tersebut, penetapan Maulid Nabi tanggal 12 Rabiúl Awal belum bisa dipastikan kebenarannya.

Perkara Kedua:

Apabila ditetapkan Maulid Nabi sallallaahu alaihi wasallam jatuh pada hari tertentu, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah bisa ditetapkan secara syarí tatacara perayaan tersebut dengan membaca dzikir dan shalawat atas Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam pada hari tersebut? Kadang-kadang ditambah lagi dengan sedekah-sedekah dan hidangan makanan? Terkadang juga terjadi percampur bauran laki-laki dan perempuan serta melantunkan iramah-iramah kasidah yang berisi pujian berlebih-lebihan terhadap Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam. Seperti yang diceritakan dari sebagian orang bahwa mereka melantunkan kasidah yang isinya sebagai berikut:

   Duhai makhluk yang paling mulia
   Siapakah tempat aku meminta perlindungan 
   Ketika musibah besar menimpa
   Selain dirimu
   Jika engkau tidak menuntun tanganku pada hari kiamat nanti
   Untuk mengampuni diriku
   Maka sungguh binasalah diriku ini
   Sesungguhnya dunia dan akhirat adalah berkat kedermawananmu
   Dan sungguh engkau mengetahui ilmu yang ada di Lauhul Mahfudz dan
   Yang tertulis oleh Qalam (pena takdir)

Begitulah, sikap berlebih-lebihan terhadap Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam ini tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya. Kemudian penetapan perayaan Maulid Nabi ini perlu dalil syarí yang bisa dijadikan pegangan. Dalil dari al-Qurán atau Hadits Nabi sallallaahu alaihi wasallam. Atau dari amalan para sahabat (semoga Allah meridhai mereka semua), namun semua itu tidak ada. Tidak ada dalam al-Qurán, dalam Hadits dan tidak pernah pula diamalkan oleh para sahabat yang mulia, yang menunjukkan adanya perayaan Maulid Nabi ini. Dalil yang sering mereka gunakan adalah riwayat dari Nabi sallallaahu alaihi wasallam bahwa beliau ditanya tentang puasa pada hari senin, maka beliau menjawab: 

   Ïtu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi Nabi atau hari diturunkan wahyu kepadaku."

Hadis ini tidak menunjukkan bahwa beliau sallallaahu alaihi wasallam lahir pada bulan Rabiúl Awal. Namun hanya menunjukkan keutamaan berpuasa pada hari tersebut, iaitu pada hari senin yang bertepatan dengan kelahiran beliau dan turunnya wahyu. Kemudian beliau tidak mengkhususkan amalan apapun pada hari tersebut selain yang telah disebutkan, iaitu berpuasa. 

Apabila perayaan Maulid Nabi ini dipastikan tidak ada dalam al-Qurán, dalam Hadits, dan juga amalan para sahabat (semoga Allah meridhai mereka semua), maka hukumnya adalah bidáh.

Nabi sallallaahu alaihi wasallam telah memperingatkan umatnya dari bahaya bidáh dalam agama. Hingga beliau menyampaikannya dalam khutbah-khutbah beliau pada hari Jumaat. Beliau sallallaahu alaihi wasallam bersabda:-  

   "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk adalah petunjuk Muhammad sallallaahu alaihi wasallam. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan semua bidáh (dalam agama) adalah sesat." 

Nabi sallallaahu alaihi wasallam menyatakan secara gamblang dan jelas bahawa semua bidáh (dalam agama) adalah sesat, tidak ada yang dikecualikan. Dan sudah dimaklumi bahawa apabila hal itu sesat maka amalan itu hanya membuat seseorang hamba bertambah jauh dari Allah, dan membuat nilai agamanya semakin berkurang.

Kemudian kami nyatakan, apakah yang mendorong mereka melakukan perayaan Maulid Nabi ini? Apakah rasa cinta mereka kepada Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam? Ataukah pengagungan mereka kepada beliau? Ataukah mereka meniru kaum Nasrani yang menurut anggapan mereka merayakan kelahiran Isa alaihis shalatu wassalam?

Jika yang mendorong mereka adalah perkara pertama atau kedua, iaitu rasa cinta dan pengagungan, maka demi Allah kita bukanlah orang yang lebih besar pengagungan dan cintanya kepada Nabi daripada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali serta para sahabat Nabi lainnya (semoga Allah meridhai mereka semua), namun mereka tidak merayakan Maulid Nabi.

Jika faktor yang mendorong mereka adalah yang ketiga iaitu meniru kaum Nasrani, maka tidak sepatutnya kita melakukan ibadah dengan cara meniru kaum Nasrani, berdasarkan sabda Nabi sallallaahu alaihi wasallam:

   "Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka."

Kemudian kami bertanya kepada orang yang melakukan bidáh Maulid ini, apakah Nabi sallallaahu alaihi wasallam mengetahui bahawa hari kelahiran beliau harus dirayakan?

Jika jawabannya, beliau tidak mengetahuinya, bererti Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam tidak tahu syariat Allah! Jika jawapannya beliau mengetahuinya, bererti beliau telah menyembunyikan sesuatu dari syariat Allah ini, kerana beliau tidak menyampaikannya kepada manusia.

Kedua konsekuensi tersebut tidak mungkin terjadi pada Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam, kerana beliau adalah orang yang paling tahu tentang syariat Allah, dan beliau adalah orang pertama yang mengamalkannya. Dan juga beliau adalah orang yang paling bersemangat dalam membimbing manusia kepada hidayah. Dan beliau adalah orang yang paling amanah dalam menyampaikan syariat yang diturunkan kepada beliau. Namun tidak ada satupun keterangan dalam sunnah beliau yang menunjukkan pensyariatan perayaan Maulid Nabi ini. Dengan demikian jelaslah bahawa perayaan Maulid ini adalah sebuah kekeliruan dari sisi historinya, kerana secara sepihak telah menetapkan hari tersebut, iaitu 12 Rabiul Awal. Dari sisi syariat juga keliru, kerana amalan ini adalah bidáh yang tidak disyariatkan oleh Allah, Rasul-Nya dan para Khulafaur Rasyidun serta para sahabat lainnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pada kurun pertama, kedua dan ketiga. Sungguh indah penuturan Imam Malik rahimahullah berikut ini:

   "Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan sesuatu yang menjadikan baik generasi awalnya."

Kemudian kami katakan, dari hari ke hari perayaan Maulid ini adalah penyebab lemahnya semangat mengikuti sunnah Nabi. Seperti yang dapat kita saksikan, majoriti orang-orang yang merayakan Maulid ini semakin melemah dalam mengikuti Sunnah Nabi sallallaahu alaihi wasallam dalam banyak perkara. Ini adalah akibat buruk bidáh, iaitu pelakunya semakin bersemangat melakukan bidáh tersebut kemudian seiring dengan itu semakin lemah semangatnya mengamalkan sunnah-sunnah yang shahih dari Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam.

Jika ada yang berkata, aku merayakan Maulid ini untuk mengingatkan manusia kepada karunia Allah yang agung ini.

Maka jawapan kami, perayaan Maulid ini sendiri bukanlah kurnia Allah, seperti kurnia diturunkanya wahyu kepada beliau. Oleh itu Allah berfirman:

   "Sungguh Allah telah menurunkan kurnianya kepada kaum mukminin dengan mengutus ke tengah-tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan mereka dan mengajarkan kepada mereka al-Qurán dan al-Hikmah, padahal mereka sebelumnya berada dalam kesesatan yang nyata." (Ali Imran:164)

Allah tidak mengatakan bahawa karunia itu diturunkan kepada kaum mukminin dengan dilahirkannya Nabi sallallaahu alaihi wasallam di tengah-tengah mereka.

Mengapa mereka tidak membuat perayaan bertepatan hari turunnya wahyu kepada beliau. Kerana itulah sebenarnya kurnia sempurna. Sebab sesungguhnya Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam, sebelum beliau mendapat wahyu, bukanlah seorang nabi, bukan seorang rasul, tidak membacakan ayat-ayat Allah dan tidak pula mengajarkan al-Qurán dan al-Hikmah. Maka kurnia Allah itu adalah dengan diutusnya beliau menjadi rasul. Namun demikian, beliau tidak mensyariatkan perayaan diutusnya beliau menjadi rasul.

Maka saya menasihati saudara-saudara kaum muslimin agar lebih fokus untuk bersungguh-sungguh mengamalkan sunnah-sunnah yang shahih dari Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam, dan meninggalkan apa-apa yang tidak sahih. Kerana Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam tidak meninggalkan sesuatu pun yang diperlukan oleh umat ini dalam urusan dunia dan agamanya melainkan beliau telah menjelaskannya.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Dzar (semoga Allah meridhai beliau):

   "Sungguh Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam wafat sementara tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau telah menyebutkan ilmu tentangnya kepada kami."

Seandainya merayakan hari kelahiran beliau atau hari diutusnya beliau termasuk syariat beliau, nescaya beliau telah menjelaskannya kepada umat beliau. Dan tentunya telah diamalkan oleh para Khalifah dan para sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Semoga Allah memberi taufik kepada segenap kaum muslimin kepada kebaikan dan keshalihan serta menjadikan mereka orang-orang yang membimbing manusia kepada hidayah.

Pertanyaan:

Jika ada yang berkata, "Sesungguhnya perayaan Maulid Nabi sallallaahu alaihi wasallam termasuk salah satu wasilah dakwah" bagaimana menjawabnya?

Jawabannya, bagaimana mungkin bidáh bisa menjadi wasilah dakwah kepada agama Allah? Sementara Nabi sallallaahu alaihi wasallam telah bersabda, "Semua bidáh adalah sesat!"

Kesesatan tidak mungkin boleh menjadi wasilah dakwah kepada hidayah. Wasilah-wasilah dakwah sangat banyak, bukan dengan melakukan perayaan-perayaan bidáh. Apabila mereka berdakwah dengan wasilah seperti itu maka akan tertanam di hati orang-orang yang mereka dakwahi bahwa perayaan Maulid ini termasuk dalam Syariat. Maka seolah-olah kita telah mengajak mereka untuk melakukan sebuah bidáh.

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad sallallaahu alaihi wasallam.

>>>>>>>>>><<<<<<<<<<

Penulis:
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Saudi Arabia.

Media Sosial dan Kesannya

Di dalam Al-Quran ada dinyatakan bahawa syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dan di dalam Hadis juga ada menyebutkan bahawa godaan syaitan itu boleh menyebabkan manusia melakukan kejahatan.

Syaitan sentiasa berusaha untuk menyesatkan manusia dan menjadikan amalan manusia itu menjurus kepada kerosakan, malah dalam amalan kebaikan pun syaitan akan berusaha meletakkan sesuatu sehingga kebaikan itu bertukar menjadi kejahatan.

Sebenarnya syaitan adalah musuh manusia sejak dari dahulu lagi. Syaitan hendak memusnahkan manusia secara sembunyi-sembunyi. Pada syaitan, yang paling baik ialah dapat menyesatkan manusia. Sebab itu mereka berusaha sedaya upaya ke arah tersebut sehingga manusia benar-benar jauh daripada syurga.

Memang syaitan akan bertempiaran lari apabila ada manusia membaca LAA HAULA ...  dan ayat-ayat Al-Quran yang lain, tetapi tidak semudah yang disangkakan. Ucapan sekadar di bibir sahaja tidak akan dapat menghalau syaitan. Tetapi orang yang dipelihara dan diselamatkan oleh Allah ialah mereka yang sentiasa memohon pertolongan Allah Taála, dan mereka itu jugalah yang akan mendapat kejayaan.

Sebab itu dari zaman Nabi Adam as lagi beliau banyak berdoa kepada Allah setelah dipengaruhi oleh syaitan. ROBBANAA ZOLAMNAA ANFUSANAA WA ILLAM TAGHFIRLANAA WATARHAMNAA LANAKUU NANNA MINAL KHOOSIRIIN. Kemudian di akhir zaman ini pun cara untuk memerangi dajjal juga hendaklah dengan doa-doa.

Syaitan sekarang ini sudah semakin pandai dalam menggoda manusia. Tujuan mereka ialah supaya manusia tergelincir dari landasan dan menjadi rosak. Cara yang digunakan oleh syaitan begitu teliti sekali. Syaitan tidak akan menunjukkan kemusnahan yang besar sekaligus kepada manusia kerana mereka tahu manusia tidak akan mengikuti mereka. Syaitan akan menunjukkan keburukan kecil terlebih dahulu yang tidak dianggap sebagai keburukan oleh manusia. Sedikit demi sedikit sehinggalah manusia terperangkap dalam jerat syaitan.

Sebab itu orang mukmin diseru agar mendekatkan diri kepada Allah kerana hanya dengan cara itu sahaja manusia mendapat darjat ketakwaan sehingga mereka dapat mempergunakan anggota badan seperti mata, tangan, kaki, dan telinga dengan cara yang betul. Dan segala apa yang dilarang oleh Allah mereka akan tinggalkan.

Jadi, seorang mukmin bukan sahaja perlu meninggalkan segala perkara yang dilarang oleh Allah tetapi juga berusaha agar sentiasa sedar tentang serangan syaitan. Setiap saat sentiasa berfikir sama ada dia bebas daripada serangan syaitan atau tidak?

Serangan syaitan ada berbagai cara. Sekarang ini banyak ciptaan-ciptaan yang boleh menjerumuskan manusia terperangkap oleh syaitan. Sebagai ganti digunakan pada jalan yang betul, mereka menggunakannya untuk hal-hal yang dikhuatiri perangkap syaitan. Mereka semakin jauh dari ibadat, akhlak pun semakin rosak.

Kadang-kadang insan berfikir pendek. Ini hal peribadi saya, takda hubungannya dengan orang lain, kenapa orang lain sibuk memikirkan hal saya kalau saya menonton filem di internet atau TV sehingga larut malam?

Banyak perbuatan-perbuatan salah yang dilakukan oleh manusia. Dia hanya memikirkan bahawa orang lain tidak perlu ambil tahu dan tidak juga ia merugikan sesiapa kalau dia berbuat keburukan.

Jadi, perbuatan salah yang tidak diredhai oleh Allah akan menjauhkan seseorang dari ibadat dan juga tidak dapat menunaikan hak manusia. Minuman keras, perjudian, filem-filem kotor dan tidak bermanfaat, persahabatan yang terlarang. Hal ini banyak terdapat di kalangan anak muda dan mereka semakin rosak. Ia telah menjadi satu penyakit yang berkekalan. 

Ada beberapa TV channels, website yang tidak bermanfaat. Tetapi ada juga manusia yang mahu mempertikaikan "apa salahnya menonton". Tetapi ingatlah bahawa dengan selalu menontonnya akan menyebabkan keburukan terjadi, banyak rumah tangga yang hancur, dunia pun hancur dan agama pun hancur, anak-anak juga turut mengalami kehancuran.

Ingatlah sentiasa bahawa syaitan akan datang kepada manusia melalui pelbagai cara kerana ia telah berjanji untuk menyesatkan manusia sampai bila-bila.

Jadi, menggunakan ciptaan-ciptaan terbaru hari ini dengan cara yang tidak betul juga adalah satu serangan syaitan.

>>>>>>>>>><<<<<<<<<< 

Penyusun:
Islah Deen - Mekah al-Mukarramah

Friday, August 5, 2016

Khulasah Khutbah 29 Julai 2016

Khulasah Khutbah Jumaat

HAZRAT MIRZA MASROOR AHMAD
KHALIFATUL MASEEH AL-KHAMIS
Aiyadahul Laahu Ta’ala Binasrihil Aziz
29 Julai 2016, Masjid Baitul Futuh London

Keadaan dunia sekarang ini sangat laju menuju kehancuran. Malang sekali ia telah menyebabkan berpecah kepada berapa kelompok. Pemimpin-pemimpin Islam juga tidak menyedari bahawa mereka sedang diperangkap oleh musuh-musuh Islam. Dan orang yang mementingkan keuntungan mengambil peluang ini. Sebabnya ialah kerajaan tidak member perhatian kepada rakyat malah cenderung untuk mengaut keuntungan peribadi. Tidak ada semangat untuk bersabar dan tindakan daripada kerajaan juga berunsur kezaliman. Jika kezaliman ini berterusan maka tindak balas akan terjadi yang mana akan menggunakan kekuatan yang besar. Akal fikiran menuntut supaya berfikir dengan mendalam sebelum melakukan sesuatu. Dalam melalui saat-saat sekarang ini sangat memerlukan doa-doa.

Agama tidak mengajarkan untuk membunuh orang-orang yang tidakbersalah. Jika Rasulullah saw menghantar pasukan ke medan perang, baginda selalu berpesan agar jangan memberikan kesusahan kepada kaum wanita, anak-anak, orang tua, rahib-rahib dan juga paderi-paderi. Apa lagi untuk membunuh mereka.

Agama kita sendiri menolak perlakuan ganas dan zalim, malah mengajarkan agar memperjuangkan keamanan dan perdamaian. Seorang mukmin dalam solat mereka memohon kurnia dan rahmat kasih sayang Allah Ta’ala dan dihindari daripada melakukan keburukan dan kekejian. Ini kerana solat menjauhkan seseorang daripada perbuatan yang tidak disukai. Agama kita mengajarkan agar jadikan kebiasaan member salam dan menyebarkan keselamatan. Setiap perintah agama memberitahu bahawa agama kita adalah agama yang aman dan damai.

Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam bersabda bahawa terdapat dua bahagian dalam ajaran agama. Huququllah dan Huququl Ibad. Ini adalah cara yang tidak betul jika memberikan kesusahan terhadap mereka yang ada pertentangan agama. Agama juga mengajarkan supaya ada kesatuan di kalangan manusia.

Berusahalah untuk melahirkan di kalangan manusia kecintaan dan kasih sayang. Abaikan perkara yang selalu menjadi persoalan iaitu ‘siapa dia dan apa agamanya’. Sebagai ganti melakukan kezaliman dan membunuh orang yang tidak bersalah, adalah lebih baik jika membawa mereka kepangkuan Tuhan dengan senjata keamanan dan perdamaian. Jadikan agama itu ibarat rahmat seorang ayah dan bayangan kecintaan. Jangan berikan peluang kepada para penentang untuk membuat sebarang kritikan.

Setiap Ahmadi hendaklah ingat bahawa setiap serangan daripada mereka, kita seharusnya lebih mengetahui tanggungjawab kita. Setiap kita hendaklah memberitahu kepada dunia bahawaasas agama kita ialah aman dan keselamatan.

Pope Sahib juga telah memberikan penjelasan yang cantik bahawa peperangan antarabangsa bukanlah peperangan agama tetapi ia hanya peperangan untuk kepentingan sendiri. Kebelakangan ini melalui Twitter dan Facebook amanat ini telah dapat disampaikan kepada jutaan orang. Melihat dan memberikan jawapan adalah pekerjaan kita.

Sekarang ini banyak pekerjaan yang masih tertinggal. Jangan sekali-kali pernah berfikir bahawa pekerjaan telah dibuat dan merasa puas hati. Sangat perlu untuk melakukan khidmat dengan penuh kebijaksanaan dan bersungguh-sungguh. Berdoalah supaya kemajuan dapat kita lihat dalam kehidupan ini.

Setiap Ahmadi di mana pun berada harus cenderung ke arah ini iaitu banyak berdoa dan memberikan sedekah.  Rasulullah saw bersabda ‘atas sesiapa pintu rahmat telah dibuka, maka seolah-olah pintu syurga telah dibuka untuknya’.

Demikian juga berkata; ‘berilah sedekah untuk menghindari ujian dan api’. Jadi wajib untuk kita semua bersedekah.

Hazrat Maseeh Mau’udalaihissalam berkata: ‘musibat boleh terhindar melalui sedekah dan doa. Untuk pengabulan doa amat perlu setiap insan membuat perubahan dalam diri dan jangan melanggar batasan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Kita hendaklah membaca doa-doa yang tersedia di dalam Al-Quran. Hazrat Maseeh Mau’udalaihissalam telah menjelaskan perkara ini bahawa doa-doa di dalam Al-Quran disediakan adalah supaya orang mukmin selalu membacanya dengan penuh keikhlasan, pasti Allah Ta’ala akan memperkenankannya.

Huzur juga menyeru supaya Ahmadi banyak membaca doa-doa tertentu di dalam Al-Quran. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan setiap Ahmadi daripada kejahatan para penentang dan kezaliman mereka dikembalikan atas diri mereka sendiri. Dan semoga kita semua menjadi penyebar perintah-perintah agama.



Khulasah Khutbah 22 Julai 2016

Khulasah Khutbah Jumaat

HAZRAT MIRZA MASROOR AHMAD
KHALIFATUL MASEEH AL-KHAMIS
Aiyadahul Laahu Ta’ala Binasrihil Aziz
22 Julai 2016, Masjid Baitul Futuh London

Berkenaan dengan kebiasaan Hazrat Maseeh mau’ud alaihissalam dalam memastikan kesihatan tubuh badan yang berkekalan, Hazrat Muslih Mau’ud berkata:-
“Beliau tidak malas malah sangat bekerja keras, walaupun selalu menyendiri beliau tetap disiplin. Kebanyakan perjalanan beliau dilakukan dengan berjalan kaki. Sangat kurang menaiki tunggangan. Kebiasaan ini berterusan sehingga usia beliau lanjut. Setiap hari beliau berjalan sejauh empat hingga tujuh batu.”

Berkaitan dengan ini, Huzur menasihatkan kepada Wakfe Zindegi terutama sekali para muballigh supaya menjadilkan tubuh badan yang kekal sihat dan tegap dengan banyak melakukan senaman. Melihat kepada tubuh badan seorang muballigh yang masih muda jelas menunjukkan bahawa mereka tidak bersenam. Selepas Doktor Nuri membuat pemeriksaan kesihatan kepada muballigh yang datang dari luar di Jamiah Ahmadiyah Pakistan, beliau menulis bahawa ada di kalangan mereka yang mempunyai berat badan yang berlebihan.

Sebab itu, lakukanlah suatu senaman dan jauhi makanan yang tidak menyihatkan seperti Junk Food.

Saya tidak hanya memberi nasihat kepada kamu sekalian, saya sendiri pun bersenam. Kita memerlukan muballigh dan Wakfe Zindegi yang sihat supaya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik yang mungkin.

Kadang-kadang pembesar suara tidak berfungsi dengan baik. Sebab itu kita mahu muballigh dan para penasihat mempunyai latihan dalam meninggikan suara. Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam berucap secara perlahan-lahan dalam keadaan biasa tetapi apabila waktu memerlukan untuk memberikan pelajaran agama kepada dunia maka beliau memberikan ceramah dengan suara yang begitu lantang. Hazrat Muslih Mau’ud dalam menyentuh tentang ceramah di Lahore berkata bahawa ketika Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam berceramah, kelihatan seolah-olah ada suara dari langit sedang bergema.

Ada orang menzahirkan kerisauan bahawa keadaan kebaikan mereka tidak tetap. Ini satu hal yang  baik bahawa insan sentiasa membuat muhasabah dan sentiasa memikirkan cara untuk memperbaikinya. Kadang-kadang keadaan seperti ini bukan satu keburukan malah hanya berlaku keadaan di mana kebaikan bertambah atau kebaikan berkurangan. Ada seorang sahabat Nabi menzahirkan bahawa ia menggambarkan keadaan dirinya sebagai seorang munafik, Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda “ini adalah tanda seorang mukmin”. Orang yang meningkat dalam kebaikan dan orang yang mengekalkan keadaan dirinya sesuai dengan perintah Tuhan adalah ibarat seorang ibu yang sentiasa risau. Sentiasa berhati-hati lebih baik daripada berbuat kelalaian.

Hubungan di antara kegembiraan dan kesedihan adalah melalui perasaan. Kita tidak merasai kegembiraan dan kesedihan orang lain berbanding perasaan sedih dan gembira atas orang terdekat kita. Jadi, di mana doa dilakukan untuk orang yang terdekat dan untuk anak-anak mereka, demikian juga kita harus merasai kegembiraan dan kesedihan anggota jemaat kerana jemaat itu satu wujud.

Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam juga membaca surat khabar secara teratur. Mereka yang bertanggungjawab atas urusan agama, mereka harus teratur dalam membaca surat khabar dan melihat berita-berita.

Berkenaan dengan keitaatan Hazrat Khalifatul Maseeh Awwal, ketika Abdul Hakim telah murtad beliau telah mengeluarkan tafsir yang telah ditulis oleh Abdul Hakim dari perpustakaan beliau dengan fikiran bahawa “jangan sampai disebabkan itu Tuhan murka atas saya”. Ini satu pelajaran kepada kita dalam soal semangat terhada agama dan juga ketakutan kepada Tuhan.

Kadang-kadang ada orang yang telah diberikan hukuman oleh Jemaat membuat kritikan. Dalam waktu musibat, kadang-kadang ada perkara kecil menjadi besar dan perkara besar adalah kecil sahaja. Sebab itu kadang-kadang perkara yang besar tidak diambil kisah dan tindakan diambil atas perkara yang kecil sahaja. Jadi, jangan masuk campur atau mahu memberikan rekomendasi.

Dari sudut tabligh, pada zaman Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam tabligh dilakukan melalui isytiharat (risalah). Zaman ini juga isytiharat boleh disampaikan melalui berita dan cetakan dengan lebih meluas yang mana artikel yang biasa hasilnya tidak dapat sebanyak itu. Melalui akhbar, banyak pembaca yang mendapat maklumat dalam tempoh satu hari yang mungkin tidak dapat disampaikan melalui artikel dalam tempoh dua bulan.

Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam memperdengarkan hikayat kepada Hazrat Muslih Mau’ud dan menasihatkan bahawa melalui ketakwaan banyak harta yang dikurniakan. Yakinlah kepada Allah dan mintalah kepada-Nya. Ini memang nasihat kepada anak kecil, namun orang dewasa juga harus yakin kepada Allah.

Mudah-mudahan ketakwaan seperti ini lahir dalam diri kita semua.



Tuesday, July 5, 2016

Jum'atul Wida'






Terjemahan Surah Al-Jum’ah ayat 10:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikumandangkan seruan mengerjakan Solat Jumaat, maka bersegeralah kamu pergi untuk mengingati Allah Ta’ala dan tinggalkanlah jual beli (pada saat itu); yang demikian adalah lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.

Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda:-
“Untuk menghindarkan diri daripada dosa-dosa besar, solat lima waktu, dari satu Jumaat sehingga Jumaat berikutnya dan dari satu Ramadhan sehingga Ramadhan berikutnya menjadi kaffarah baginya”. (Sahih Muslim Kitabut Taharah, Baab Assalatul Khams)

Berkenaan dengan Jum’atul Wida, Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam pernah menjawab satu persoalan dengan berkata:-
“Solat yang telah tertinggal tidak boleh digantikan semula, tetapi puasa boleh. Orang yang sengaja meninggalkan solat sepanjang tahun dengan harapan akan mendirikan solat pada hari  Qadha Umri (Qadha Solat untuk sepanjang hayat), maka orang itu berdosa.”

Hazrat Khalifatul Maseeh II nawwarahullaahu marqadah berkata:-
“Ramadhan bukannya datang lalu kita melaluinya seperti biasa sahaja malah bagi seorang mukmin ia suatu yang harus diberi perhatian. ….. Bagi seorang mukmin setiap perkara itu menjadi lambang kesalehan baginya, hari tetap berlalu tetapi Ramadhan tidak pergi. Ramadhan adalah satu nama ibadat dan ibadat itu tidak seharusnya berlalu pergi malah sentiasa melekat di hati. Orang yang menghitung hari akan beranggapan Ramadhan telah berlalu pergi tetapi bagi orang yang menganggap Ramadhan sebagai ibadat, maka ibadat itu tidak berlalu pergi. Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda bahawa apabila seseorang hamba membuat kebaikan maka satu tanda putih akan muncul di dalam hatinya. Seolah-olah apabila seorang hamba berbuat kebaikan maka akan muncul tanda putih di hatinya, kemudian dia berbuat lagi kebaikan lain, maka begitulah seterusnya sehingga keseluruhan hatinya telah menjadi putih. Kemudian, apabila seorang hamba membuat kejahatan maka muncul tanda hitam di hatinya sehinggalah jika tidak berhenti melakukan kejahatan maka keseluruhan hatinya akan menjadi hitam. Ringkasnya perbuatan baik dan jahat akan mempengaruhi hati seseorang. Memang hari akan berlalu. Benda yang dibawa oleh Allah melalui bulan Ramadhan bukanlah siang dan malam. Ini kerana siang dan malam itu juga terjadi dalam bulan Rejab, Sya’ban, Syawal dan bulan-bulan yang lain. Jadi, bukan siang dan malam yang dibawa oleh Ramadhan melainkan ibadat. Dan ibadat itu satu benda yang tidak boleh dirampas oleh sesiapa pun. Allah Ta’ala membawanya dan meletakkan dalam hati manusia, tidak ada satu kekuatan dunia pun yang boleh mengeluarkannya. Bagaimana susahnya sekalipun menimpa seorang mukmin ia tidak akan ketinggalan daripada keimanan kerana perkara ini berada dalam hatinya. ….. Begitu juga Jumaat ini tidak datang sebagai perpisahan kita dengan Ramadhan tetapi ia datang untuk diambil manfaat daripadanya, dan berusaha menjadikan Ramadhan ini kekal dalam hatinya. Hari Jumaat juga telah ditetapkan oleh Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam sebagai salah satu hari raya di antara hari raya yang ada (bagi saudara seagama). Sebab itu, apabila hari ini telah ditetapkan sebagai hari pengabulan doa-doa, maka harus diambil manfaatnya.

Hari ini, seorang mukmin bukannya datang kepada Allah kerana mensyukuri bahawa musibat yang menimpa di bulan Ramadhan telah berlalu. Tetapi tujuan datang kepada Allah Ta’ala ialah untuk berdoa; “Ya Allah! Hari-hari Ramadhan telah berlalu pergi tetapi kami mohon agar sematkanlah hakikat Ramadhan dalam hati kami supaya ia tidak pernah terpisah dari kami.

Jika kita takrifkan Jumaat hari ini sesuai dengan apa yang diperkatakan ini, maka sesungguhnya kita telah menjalaninya dengan cara yang diberkati. ….. Jadi kemarilah, rebahkanlah di hadapan Allah Ta’ala hari ini bahawa kita jadikan hari ini sentiasa ada hubungan dengan kita, dan tidak ada suatu saat Ramadhan pun yang terpisah daripada kita. ….. Kita hendaklah berusaha bahawa selepas bulan Ramadhan berlalu, keadaan ini berkekalan dalam diri kita, keimanan seperti inilah yang akan menjadi sarana ketenangan kita.

Berkenaan dengan Ramadhan Allah Ta’ala berfirman bahawa Aku akan mendekatkan diri kepada hamba-Ku pada bulan ini. Sebagaimana kambing tidak selamat jika berjauhan daripada penggembalanya demikian juga selagi seorang hamba Allah tidak mendapat isyarat INNII QARIIBUN (sesungguhnya Aku dekat), dia juga belum selamat. Dan kebanyakan suara ini terjadi dalam bulan Ramadhan. Sebab itu jadikan keadaan Ramadhan itu sentiasa ada dalam diri masing-masing selamanya.

Berkenaan dengan Wida’ Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam, beliau berkata:-

“Ini pun satu perkara yang lucu jika ada seseorang mendirikan solat satu waktu lalu menganggap bahawa saya telah menunaikan semua perkara yang wajib. Dan pada masa yang sama juga dia telah memisahkan diri dari Ramadhan. Di mana Wida’ Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam dan di mana Wida’ orang-orang ini? Orang-orang ini memisahkan Ramadhan seminggu lebih awal dan Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam melakukan Wida’ dengan Ramadhan selepas menunaikan puasa enam hari dalam bulan Syawal selepas Hari Raya. Wida’ Ramadhan Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam dilakukan selepas Ramadhan berakhir tetapi hari ini saudara seagama ini melakukan Wida Ramadhan sebelum Ramadhan berakhir lagi.

Hazrat Khalifatul Maseeh IV rahimahullaahu berkata:-

Terdapat dua cara yang dilakukan oleh orang yang beribadat di seluruh dunia apabila berkumpul untuk mengambil berkat Jumaat ini. ….. Pertama, mereka begitu sedih, takut dan risau. Adakah kita telah melalui Ramadhan kali ini dengan memenuhi tuntutannya atau tidak? Orang-orang yang berharap untuk beribadat, mereka telah mendapat taufik, namun Allah yang lebih tahu ibadat itu sempurna atau tidak? Berapa banyak kelalaian dan kelemahan, berapa banyak doa-doa yang dicampuri dengan ulat nafsu sehingga doa-doa tidak dikabulkan oleh Allah? Itu kita tidak tahu. Hari tinggal sedikit lagi. Jadi mohonlah, wahai Tuhan! Kami dengan penuh ketulusan hati sampai kepada Jumaat Wida’ ini, dan selepas ini kami akan hadir setiap Jumaat sepanjang tahun, berilah kami taufik untuk mendapatkan berkat Jumaat ini. Berilah kami kekuatan untuk menutupi kelemahan Jumaat kali ini dengan beribadat sepanjang tahun. Kami bukan datang semata-mata Jumaat Wida kali ini kerana hubungan seorang Mukmin dengan Jumaat adalah hubungan yang kekal abadi yang tidak akan terputus. Kami tidak datang ke masjid ini untuk Jumaat Wida’ tetapi kami datang untuk menguatkan janji kami. Kami datang membawa harapan ini, wahai Allah! Engkau telah memberikan rasa beribadat kepada kami dan kami mohon janganlah kenikmatan beribadat itu dirampas daripada kami. Janganlah biarkan kami memutuskan hubungan dengan Engkau, dan janganlah biarkan kami melupakan nikmat beribadat yang telah Engkau berikan, malah berikan kami kekuatan agar sentiasa kekal dengan cara ibadat seperti ini. Kami memohon kepada-Mu yang Allah akan keberkatan hari Jumaat kali ini jangan sampai ia putus hubungan dengan kami.

Jadi, kita sedang merayakan perpisahan dengan persekitaran yang suci ini, yang hanya datang setahun sekali. Tetapi, dengan rayuan yang baik, keberkatan ini akan sentiasa berkekalan dan tidak akan mengkhianati kita. Cara ibadat yang telah kita pelajari dalam bulan Ramadhan ini terutama sekali 10 malam terakhir ini, ia tidak akan mengkhianati kita. Bersama dengan doa-doa dan rintihan kita datang di hadapan Tuhan untuk merayakan perpisahan dengan persekitaran ini.

Berkata lagi:-

Ada juga beberapa orang yang telah diberikan taufik oleh Allah sehingga muncul dalam hati mereka perasaan asyik untuk melakukan perjalanan. Mereka datang untuk wida’, kemudian datang, kemudian datang, kemudian datang lagi, kemudian timbul fikiran bahawa kenapa kita tidak menjadi musafir sahaja dalam kenderaan ini? Jadi, mereka yang beriman dengan sebenar-benarnya, ada juga yang lemah. Tetapi sedikit demi sedikit mereka menjadi kuat. Segala keburukan menghilang dari diri mereka dan sebagai gantinya kebaikan demi kebaikan yang muncul dalam diri mereka.

Berkata lagi:-

Seluruh umat di dunia menyambut hari ini dengan penuh keikhlasan dengan kepercayaan. Dan pada Jumaat ini banyak harapan-harapan yang mereka letakkan. Ada yang fardhu, ada yang benar, tetapi banyak harapan-harapan yang baik disertakan dengan Jumaat ini. Sehinggakan ada orang memahami bahawa selepas menolak seruan Tuhan sebanyak 51 kali, kalau kita dapat mengatakan labbaik pada satu seruan sahaja dan kita hadir pada Jumaat ini, maka segala 51 penolakan kita itu akan diampunkan. Dan satu kesetiaan itu lebih berat berbanding 51 penolakan terhadap seruan Tuhan. Ini pun satu harapan mereka. Sejauh mana kebenarannya hanya Tuhan  ALIMUL GHAIBI WAS SYAHADAT yang lebih mengetahuinya. Hanya Dia yang memutuskan segala amalan kita pada hari pembalasan lebih mengetahuinya.

Hazrat Khalifatul Maseeh Al-Khamis (aiyadahul laahu ta’ala binasrihil aziz) berkata:-

Jadi, pada zaman ini setiap Ahmadi hendaklah berusaha untuk memahami tingkat ibadat dan doa-doa. Bukan hanya Ramadhan dan Jumaat terakhir bulan Ramadhan, malah sebagaimana yang telah Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam sabdakan bahawa solat lima waktu kita, Jumaat dengan Jumaat dan Ramadhan dengan Ramadhan menjadi sarana perubahan kebaikan dalam diri kita. Semoga Allah Ta’ala memaafkan segala kesalahan kita. Dan kita juga berharap agar termasuk dalam golongan orang yang akan melihat kemenangan dan kejayaan. Jadi, hari ini, pada Jumaat ini kita harus berjanji bahawa Allah Ta’ala yang telah mengurniakan ibadat Jumaat ini bersama dengan puasa, maka kita harus mengutamakan tujuan kedatangan Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam iaitu berusaha untuk mengubah segala keburukan menjadi kebaikan. Juga berusaha untuk mengubah kekotoran menjadi suci.

Jadi, dalam masa yang tinggal sedikit sahaja lagi kita berpuasa iaitu kita berada di penghujung Ramadhan dan juga berakhir pada Jumaat ini, sebab itu basahkan lidah kita dengan zikir Ilahi. Dalam masa yang sedikit ini kita hendaklah meletakkan dalam fikiran kita bahawa segala kebaikan-kebaikan yang kita usahakan dalam bulan Ramadhan, segala usaha untuk meningkatkan nilai ibadat kita, segala usaha kita untuk menyempurnakan hak-hak hamba dan juga segala usaha untuk meningkatkan pengorbanan kita. …... Ringkasnya semua amalan dan kebaikan-kebaikan yang kita buat kita mohon agar diterima oleh Allah Ta’ala.

Wahai Allah! Jadikanlah kami orang yang dapat mengekalkan segala ibadat, segala doa-doa, segala kebaikan-kebaikan dan segala usaha untuk menunaikan hak hamba-hamba. Kami mengharapkan agar segala pekerjaan dan amalan kami pada masa akan datang sentiasa mendapat keredhaan Engkau dari berkat-berkat yang Engkau sentiasa sediakan. Perlihatkan juga kepada kami pemandangan revolusi yang telah Engkau janjikan kepada Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam.

Orang yang mencintai beliau, kita mengharapkan daripada Allah Ta’ala agar doa-doa yang keluar dari hati setiap Ahmadi secara beriringan pada hari ini dengan penuh rintihan, dari satu mata air menjadi jutaan mata air yang mengalir begitu deras laksana air sungai yang akan membersihkan segala kotoran-kotoran yang ada di hadapannya. Doa-doa yang dibuat saling membantu di antara satu dengan yang lain  akan menghapuskan kotoran dari dalam hati kita.

Justeru itu, jadikan doa-doa pada hari ini ibarat air bersih yang mengalir deras, aliran air suci yang dibuat untuk mendapatkan keredhaan Allah Ta’ala, dan itu semua kurnia daripada Allah Ta’ala, maka dengan kurnia Allah Ta’ala segala kotoran hati kita akan menjadi semakin bersih, kemudian cenderung dawam melakukan kebaikan-kebaikan dan semakin dekat kepada Allah Ta’ala lalu dapat melihat pemandangan pengabulan doa. Kita akan dapat melihat kesucian hati, kita akan dapat melihat kasih sayang Allah Ta’ala.

Kita juga akan berada di bawah perlindungan Allah Ta’ala daripada musuh-musuh. Kita juga akan menjadi orang yang menegakkan perintah-perintah Allah Ta’ala di dalam hati kita dan juga di dalam hati orang-orang dunia sebagai matlamat utama. Berkat daripada Jumaat ini juga kita akan dapat melihat di seluruh dunia kibaran bendera agama kekasih Allah yakni Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam yang mana pada zaman ini telah dipikulkan kepada Hazrat Maseeh Mau’ud alaihissalam. Kita akan dapat melihat janji Allah Ta’ala menjadi sempurna bahawa sekarang ini Maseeh Mau’ud alaihissalam akan mengumpulkan manusia di atas agama yang satu ini.

Oleh itu, semoga kita semua mendapat taufik untuk melihat kurnia Allah melalui Jumaat yang mengandung berkat yang kekal ini. Hal itu tidak jauh di mana kita akan dapat melihat pemandangan pengabulan doa-doa. Mudah-mudahan seperti itulah yang akan tercapai.