Sunday, April 9, 2017

Apa kata seorang bukan Ahmadi

*Kesaksian Ghair Ahmadi tentang Potensi Kekuatan Ahmadiyah*


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ETxe35ADw48
 larry king statement in comment section


Saya bukan seorang Ahmadi, tapi saya ingin menyajika teori pribadi saya, sebagian didasarkan pada intuisi dan sebagian berdasar apa yang saya yakini sebagai geo-politik yang nampak nyata.

Sebelum saya menggambarkan terori saya, sedikit saya sampaikan latar belakang. Runtuhnya Kekaisaran Ottoman menandai titik kemunduran Islam, dan sebaliknya kemajuan Eropa yang sebelumnya tidur. Bagi Eropa, jatuhnya Kekaisaran Ottoman, mewakili mundurnya kekuasaan Islam, dan tentu saja saya berbicra dari sisi geo politik, bukan rohani ataupun kekuasaan agama.

Salah satu alasan utama runtuhnya Ottoman adalah karena merosotnya kekuatan otoritas sentral. Mereka mengalami banyak kekalahan dikarenakan kepemimpinan sentral yang sangat tidak memadai. Tidak ada yang tampak lebih baik bagi Eropa selain kenyataan itu.

Pada tahun 1917, terbit sebuah buku berjudul Problems of British India. Di dalamnya menyebutkan Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Buku itu ditulis oleh seorang penulis Perancis. Hal yang cukup mengejutkan adalah, meskipun Ahmadiyah pada waktu itu masih lemah, penulis Perancis ini (dan yang lain juga, walaupun tidak secara terbuka) melihat potensi yang ditulisnya sebagai potensi masalah untuk Kerajaan Inggris. Mengapa?

Ahmadiyah telah membentuk otoritas yang terpusat lagi kuat, berdasarkan klaim yang luar biasa mengenai pendirinya. Tahun demi tahun, Ahmadiyah mulai diteliti oleh pemerintah, terutaman setelah pembelaan Muhammad Zafrullah Khan pada Palestina, dan pujian oleh dunia Islam atas pembelaan itu.

Tapi itu cerita lama, saya akan lebih maju ke zaman ini, Ahmadiyah telah memiliki Khalifah yang ke-5, sejak institusi ini berdiri pada tahun 1908. Pemimpin saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V.

Ahmadiyah telah melakukan tiga hal yang luar biasa (dan menurut pendapat saya, sesuatu yang dipandang hal yang berbahaya, dari perspektif Barat)

1. Mendirikan Khilafat, yang berlangsung sejak 106 tahun
2. Telah memiliki 5 Khalifaah - satu lebih banyak Nabi Muhammad saw
3. Memiliki atoritas sentral yang sangat kuat.

Sekarang untuk hal-hal yang liar, karena beberapa orang akan melihatnya: Menurut pandangan saya, yang pertama-tama adalah Barat tidak bodoh.

Mereka adalah pembunuh, rusak, cupat, materlistik, genosid, tetapi mereka tidak bodoh.

Mereka memperhatikan semuanya, dan mereka memiliki ahli untuk melakukannya. Mereka sangat sadar bahwa Khalifah Ahmadiyah telah bertahan melewati ujian waktu.

Barat tidak takut ISIS. Barat tidak takut berkembangnya pengaruh dan kekuatan Iran. Barat tidak takut para jihadis dan takfiri. Kelompok-kelompok semacam itu mudah ditangani oleh mereka.


1. Disogok
2. Perempuan (para takfiri diberikan perempuan, di hotel Turki, Malta dan tempat lain)
3. Perang

Apa yang ditakuti oleh Barat adalah otoritas pusat yang stabil oleh umat Islam pada umumnya di dunia ini. Ini adalah keyakinan saya bahwa sebagian besar konflik di Timur Tengah, dan di tempat lain, yang melibatkan Umat Islam sangat dipengaruhi oleh Barat yang secara sadar menciptakan konflik-konflik yang dimaksudkan untuk menjaga perhatian umat Islam menjauh dari Ahmadiyah.

Untuk alasan apa barat harus Takut ISIS? Saya tidak tahu, jika ada yang memiliki otoritas sentral global di dunia Islam selain Ahmadiyah, meskipun ahmadiyah ditolak oleh banyak muslim lainnya (lebih tepatnya oleh para ulama dll)

Meski secara konsisten Ahmadiyah mengaku sebagai 'damai, percayalah saya kasih tau kepada Anda bahwa Barat tidak percaya itu, meskipun Ahmadiyah memiliki catatan yang mendekati sempurna untuk perdamaian (sedikit ternoda dengan unit Furqan selama partisi India, tapi itu kecil)

Salah satu alasan bahwa Barat tidak percaya Ahmadiyah (menurut pendapat saya) adalah, sekali lagi, karena mereka telah bertahan melewati ujian waktu. Hal ini terbukti bahwa mereka terus menarik jutaan umat Islam dibawah satu Pemimpin dan telah melakukannya selama 106 tahun, dibawah 5 khalifah yang berbeda, tanpa putus, kecuali satu kali pada tahun 1914 ketika Anjumaan (sekarang hampir mati, dengan hanya segelintir pengikut)

Khilafat Ahmadiyah telah membuktikan dirinya sangat efektif. Jika pemimpin mereka mengatakan, "saya ingin masjid terbesar dibangun di Amerika, maka itu akan dilakukan, jika ia mengatakan 'saya ingin sitem televisi satelit global, itu akan dilakukan, dan itu sudah terwujud dalam bentuk MTA.

Meskipun kalian membenci Ahmadiyah, atau berpikir bahwa mereka adalah antek inggris atau Israel, ada satu hal yang tak dapat disangkal; Ahmadiyah bertahan dalam ujian waktu dan telah melewatinya dengan begitu kuat. 106 tahun bukanlah waktu yang pendek dalam hal hitungan sejarah. Tetapi yang menjadi perhatian saya adalah bahwa Ahmadiyah telah bertahan dalam ujian waktu dan mereka melewati zaman yang tidak biasa. Dua Perang Dunia, kekacauan politik, seperti partisi India-Pakistan, saat itu Ahmadiyah bisa saja hancur, tetapi tidak. Mereka bertahan di tengah penganiayaan yang sejak awal upaya tak kenal lelah terus dilakukan untuk menghancurkannya, bahkan sampai saat ini terus berlangsung.

Saya lahir dan dibesarkan di Barat. Saya tahu mereka ini adalah orang-orang yang cukup baik. Mereka tahu dimana potensi kekuatan yang ada. dan Setidaknya pada saat ini dunia Islam pada umumnya tidak bersatu, dan tidak memiliki otoritas yang terpusat, dan Barat memandang dunia Islam, kurang memiliki power, dalam pandangan nyata.


Muammar Muhammad Gaddafi berbicara sangat baik tentang perpecahan umat Islam, mengecam para pemimpin Islam yang berkomplot dan berkhianat terhadap satu sama lain, seringnya bersekongkol dengan Barat. dan hal itu masih berlangsung. Arab Saudi dan Qatar berkomplot dengan Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Israel dan Nato untuk menghancurkan negara yang paling maju dan makmur di benua Afrika - Libya. Libya dipimpin oleh seorang Muslim yang telah meningkatkan prosentase bebas buta huruf dari 10 persen menjadi 93 persen, dari sebelumnya dipimpin oleh King Idris sampai pemerintahan dia dan Jamahiriya.

Libya menduduki peringkat 53 dalam indeks Pembangunan Manusia di PBB. Rentang hidup rata-rata di Libya lebih tinggi dari negara lain di benua Afrika - 79 tahun. Pendidikan meningkat, melalui perguruan tinggi, dan gratis, bahkan untuk universitas di luar negeri. Perempuan memegang posisi tinggi di Jamahiriya. Dimana mereka yang ingin bertani, diberikan tanah dan bibit secara gratis.

Setiap rakyat Libya menerima 500 dolar dalam rekening bank mereka setiap bulan, karena Jamahiriya, dibawah bimbingan Qaddafi, dalam program pembagian pendapatan minyak. Perempuan bisa berjalan-jalan, tanpa disakiti, bahkan sampai larut malam.

Libya juga membantu negara lain. Nelson Mandela mengatakan sebagai berikut: "Dalam masa-masa tergelap kami, ketika kami merasa bahwa semua perjuangan kami untuk bebas di Afrika Selatan telah sirna, teman saya, Muammar Gaddafi, datang menyelamatkan kami."

Jamahiriya membeli satelit pertama di Afrika, sehingga hal ini membebaskan Afrika dari tagihan tahunan ke Eropa, untuk penggunaan satelit, senilai 500.000.000 dolar setahun. Jamahiriya membuat rencana, dengan bantuan Rusia, untuk membangun rel kereta api yang akan menghubungkan seluruh Afrika, dari Libya sampai Afrika Selatan.

Gaddafi dan Jamahiriya sedang bersiap membuat mata uang Afrika yang disebut The Afro, yang akan didukung oleh emas Libya. Mereka juga akan membuat IMF versi sendiri (bebas bunga) yang disebut AMF (African Monetary Fund)
Tebak siapa yang menghancurkan semua itu? Muslim yang terpecah-pecah tadi. Arab Saudi, Qatar, Yordania dan Turki bersekongkol dengan Israel, Perancis, Inggris, Amerika Seikat dan NATO untuk menghancurkan negara Islam lain. Dan sekarang perempuan Islam diperkosa di jalanan terbuka Libya.

Saya merasa sangat prihatin dan jijik dimana banyak orang menuduh Ahmadiyah adalah pion Barat, tapi tanpa memberikan bukti, sementara pada saat yang sama, konspirasi Islam dan Barat dimainkan di tempat terbuka. Anda dapat membaca tentang hal itu di CNN, AP, AFP, Reuters. Ini sungguh luar biasa!! Menuduh Ahmadiyah berkolusi dengan Barat, ketika sekarang sangat terbuka pengetahuan bahwa 'pemerintah Islam' terus bersekongkol dengan Barat, seperti yang diungkapkan oleh Qaddafi dengan begitu fasihnya, dan persekongkolan itu dilakukan secara terbuka dan seluruh dunia dapat menyaksikan.

Urusan semacam ini adalah hal yang disukai oleh pemikir dan planner Barat yang dengan keinginan kuat mempertahankan dominasi Barat di dunia, atau setidaknya di Timur Tengah.


Sekarang juga telah menjadi rahasia umum bahwa CIA telah melahirkan Al-Qaeda, dan menggunakannya sebagai legiun asing. Hal ini sangat jelas diketahui bahwa di jalanan Timur Tengah, masyarakat umum sekanrang menyebut AlQaeda dengan Al-CIAda.

CIA yang membantu para Takfiri masuk Suriah, dalam upaya merusak stabilisasi negara itu. Sama halnya di Libya. Jadi saya berani bertaruh: Salah satu tujuan dari manipulasi Barat dalam bentuk takfiri, jihadis, dan lain-lain di Timur Tengah adalah untuk memastikan umat Islam terus terpecah. Niat lainnya adalah menjaga umat Islam dari Ahmadiyah.

Ahmadiyah sering mengklaim bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmadi, pendiri mereka 'melarang jihad'. Tidak beliau tidak mengatakan itu. Tetapi ia mengatakan hal berikut, koreksi jika saya salah:

"Jihad telah ditangguhkan, sampai sampai waktu seperti ini berganti." Buktikan jika saya salah.

Sekarang poin saya adalah. Jika Hazrat Ahmad mengatakan bahwa, pasti Barat akan menaruh perhatian pada Ahmadiyah. Barat tidak akan percaya apapun pada Islam, tidak peduli seberapa damai mereka mengklaim diri mereka.

Pada saat ini, Barat memenangkan perang terhadap Ahmadiyah. Ini akan menarik menyaksikan berapa lama fase pertempuran antara Barat dan Ahmadiyah ini akan bertahan. Saya tidak dapat membuat prediksi.


No comments:

Post a Comment